MUSLIMAH...Engkaulah Cahaya Dunia
Jadilah, dengan akhlakmu, lebih cantik dari taman bunga
(Aidh Al-Qarni)

Ketika aku melihat banyak perempuan berlomba memirangkan rambutnya, mengambil gaya Manga berdandan ala Harajuku, membeli jeans ketat berpinggang tanggung jauh di bawah pusar, dipusingkan jerawat satu yang muncul di hidung, berlomba membeli krem pemutih dan memakai baju transparan memamerkan bra funky berwarna pink, seorang Chenchen, gadis cantik keturunan Cina malah mengambil sehelai kain dan menutup rambut hitam indahnya dengan kerudung.
Ketika gadis-gadis Barat mulai terpesona pada penampilan para penyanyi yang seksi dengan dada terbuka, tahun 1979 gadis-gadis Iran malah melakukan revolusi bunga. Berpawai damai dengan setangkai bunga, meminta pelarangan jilbab dihapuskan. Tahun 1990-an, ketika banyak remaja Indonesia mulai terpengaruh westernisasi, seorang siswa SMA keukeuh berjilbab, meski harus dikeluarkan dari sekolah. Tahun 2005, seorang Cennet Doganay, gadis Perancis rela membotaki rambutnya guna memprotes kebijakan pemerintahnya yang melarang pemakaian jilbab. Duhai, sahabatku ada apakah dengan jilbab? Mengapa sehelai kain itu sedemikian istimewa bagi dirimu?
Jilbab bukan hanya sekadar pakaian, begitu kau jawab bila aku bertanya. Ia adalah bagian dari sebuah keindahan. Sebuah estetika. Ia adalah jelmaan dari sayap-sayap bidadari surga yang kau kenakan di dunia. Sayap-sayap itu menjaga kehormatanmu, menjaga kecantikan ragawimu, menjaga hasrat-hasrat liarmu. Membuatmu tampil menjadi seorang perempuan, sungguh-sungguh seorang perempuan. Bukan sekadar manusia yang dibalut pakaian alakadarnya, mempertontonkan keindahan yang seharusnya dijaga, bukan diobral begitu murahnya.
Apakah aku melihatmu demikian anggun dengan jilbab itu? Ya, sahabat, aku melihatnya begitu. Jilbabmu berwarna pink manis, panjang menutup dada. Sungguh serasi dengan pakaian longgar yang kau kenakan, menjaga lekuk-lekuk tubuhmu dari gunjing dan fitnah. Membangun aura santun dan rasa segan. Senyum manis yang kau tebarkan menjadi penawar di dunia yang dahaga.
Sungguh wajahmu yang damai adalah oase di padang pasir yang luas, tempat di mana para musafir bergembira menemukan kembali nyawa kehidupan yang nyaris hilang. Tempat di mana unta-unta menemukan kembali mata airnya. Cahaya di matamu adalah penerang ruang hati yang gelap. Di mana si lemah menemukan kembali jalan terang tempat ia akan pulang. Di mana seorang laki-laki tahu di mana seharusnya ia berlabuh. Dan lembut tutur katamu adalah keindahan paling sempurna. Sebab kau memang perhiasannya dunia dan surga.
Dan dunia ketulusan yang kau bangun di balik jilbabmu, adalah sebuah dunia di mana tak seorangpun bosan untuk berhenti singgah. Tempat untuk menikmati kebaikan hatimu. Dari bibirmu senantiasa terlontar kata-kata ikhlas serta senyum semanis madu. Tak sekalipun terdengar kata gunjing dan fitnah.
Dan hatimu, sahabatku, adalah taman bunga. Tempat di mana mawar-mawar merah, mawar cinta, bermekaran sepanjang waktu, menebarkan aroma wangi surga. Aroma yang dinikmati kupu-kupu dan lebah madu, di mana mereka mengambil sarinya untuk kemudian diletakkan di berbagai penjuru dunia, agar dunia yang pahit ini menjadi manis. Manis yang datang dari hatimu.
Duhai sahabatku, kejelitaan itu tak kulihat datang dari salon-salon kecantikan yang menjamur. Tapi datang dari pakaian muslimahmu, dan datang dari jiwa yang tersimpan di baliknya. Kau harumkan dirimu dengan misik keikhlasan dan budi pekerti. Kau bangun identitas keislaman dengan keluhuran jiwa dan keikhlasan hati. Duhai sahabatku, adakah perhiasan dunia yang seindah kamu? Tidak, kaulah yang terindah. Kau, jiwamu dan pakaian yang menjaga kehormatan dirimu.
Semerbakkanlah dunia ini dengan tawa tulusmu, sahabatku. Tawa yang bukan kamuflase dari apa pun. Lembutkanlah dunia ini dengan halus budi pekertimu, sahabatku. Budi baik yang tidak menuntut pamrih apa pun. Jagalah keindahanmu dengan pakaian muslimah, sahabatku. Pakaian muslimah yang kau jadikan sebagai pilihan hidup, ideologimu. Bukan pakaian muslimah yang kau kenakan hanya karena kebiasaan atau tradisi. Niscaya kau akan jadi bunga terindah. Bunga yang akan diletakkan dalam setiap hati. Bunga yang akan dirindui wanginya, untuk mengharumkan dunia.
Engkau, perempuan muslimah, dengan jilbabmu kau tunjukkan peradaban yang penuh dengan kemajuan, ketinggian akhlak dan puncak estetika. Wahai Muslimah, engkaulah cahaya dunia.

Tidak ada komentar: